Cara Menggunakan Cylinder Gauge

Di posting oleh Zulkifli pada 01:19 PM, 15-Jun-12

Di: pengatahuan otomotif

Cara Menggunakan Cylinder Gauge




Cylinder gauge adalah alat ukur yang juga menggunakan dial gauge. Cylinder gauge sering digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lainnya secara teliti. Dalam penggunaannya cylinder gauge tidak dapat digunakan sendiri, tapi juga membutuhkan alat ukur
lainnya, yaitu: jangka sorong/ vernier caliper dan micrometer.
Ketelitian alat ini adalah 0,01 mm.


Cylinder bore gauge (dial bore gage) mempunyai beberapa bagian yaitu :


* dial gauge

* dial gauge securing position

* replacement washer

* replacement rod

* replacement rod securing

* thread measuring point
Measuring, point ini dapat bergerak bebas dan jumlah gerakannya ditunjukkan oleh dial gauge.

Jarak antara measuring point dan replacement rod adalah sama dengan diameter benda yang diukur.

Cara menentukan replacement rod dan replacement washer
Untuk menentukan berapa replacement rod dan replacement washer yang akan digunakan maka kita

ukur terlebih dahulu diameter dalam silinder dengan menggunakan vernier caliper/jangka sorong.
Dari hasil pengukuran tersebut kita bisa menentukan replacement rod dan replacement washer yang digunakan.

Yang perlu diperhatikan dari hasil pengukuran adalah bila angka di belakang koma adalah lebih kecil dari 0,5 mm maka pembulatannya
ke bawah.

Namun jika angka di belakang koma lebih besar dari 0,5 mm maka pembulatannya ke atas.


Contoh :

# Hasil pengukuran dengan jangka sorong = 51,20 mm (pembulatannya 51 mm)

Maka replacement rod = 50 mm
Replacement washer : 1 mm


# Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,80 mm (pembulatannya 52 mm)

Replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 2 mm



Pada saat memasang dial gauge yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

* Dial gauge harus dipasang pada tangkainya dalam posisi sejajar atau tegak lurus measuring point.
* Spindle dimasukkan ke dalam batangnya kira-kira setengah dari langkahnya.
* Periksalah bahwa pointer dari dial gauge bergerak bila anda menekan measuring point.


Contoh penggunaan alat ukur
Ukur diameter dalam silinder dengan menggunakan jangka sorong.
Baca hasilnya. Tentukan replacement rod dan replacement washer berdasar hasil pengukuran dari jangka sorong.

Misal hasil dari pengukuran jangka sorong didapat : 91,00 mm.

Maka pilihlah replacement rod yang 90 mm dan replacement washer yang 1 mm.

Set mikrometer pada ukuran 91,00 mm.

Masukan replacement rod dan measuring point ke dalam mikrometer dan dial gauge di set ”0”.

Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke dalam silinder, gerakan cylinder gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum
”0”, berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 91,08 mm (91,00 + 0,08).

Namun jika hasil pembacaannya adalah 0,08 setelah "0", berarti diameter silinder adalah 0,08 lebih kecil dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 90,92 mm(91,00 - 0,08).


Semoga Bermanfaat

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar